Tangki Truck dan Tipe-tipenya

Tanggal :05/02/2024 00.00.00 Penulis : Putri

Mengenal Truk Tangki

Truk tangki, atau disebut juga sebagai tanker, merupakan sebuah truk yang dirancang sedemikian rupa untuk memuat cairan ataupun gas melalui jalur darat. Muatan yang diangkut oleh truk ini bisa dibilang sangat beragam. Mulai dari berbagai macam cairan, bahan kimia, gas, bahkan bahan kering sekalipun. Tidak hanya yang memiliki jumlah besar, truk satu ini juga dapat mengangkut muatan dalam jumlah kecil ataupun sedang.

Truk tangki memiliki dua jenis konfigurasi fisik, yakni:

  1. Tangki yang terhubung pada sasis truk atau trailer
  2. Tangki yang terhubung pada dek datar atau truk melalui kunci putar berstandar ISO, serta dapat dipindahkan untuk transportasi antar moda seperti kapal atau kereta api).

Sedangkan tahapan konfigurasinya tergantung dari apa yang menjadi muatan di dalam tangkinya. Contoh paling umum dari hal tersebut seperti terisolasi atau tidak terisolasi dan beban terkotak maupun beban tunggal.

Pada dasarnya, tangki ini memiliki kapasitas angkut sekitar 20.800 sampai dengan 43.900 L. Sedangkan untuk muatan truk tangki Pertamina sangat beragam, yakni mulai dari 8.000 L hingga 32.000 L. Untuk truk dengan ukuran 16.000 L sampai dengan 32.000 L, beberapa di antaranya memang khusus digunakan untuk mengangkut beberapa macam BBM saja.

Tipe-Tipe Truk Tangki

Muatan yang diangkut oleh masing-masing truk ini pastinya memiliki risiko dan harus disesuaikan sedemikian rupa agar tidak menyebabkan bahaya pada lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu, tangki ini dibagi menjadi beberapa jenis.

1. Non (low) pressure bulk

Truk berbentuk elips satu ini biasanya digunakan untuk memuat angkutan bahan bakar kendaraan seperti bensin, solar maupun cairan yang mudah terbakar lainnya. Kubah yang dimiliki oleh tanker ini biasanya berjumlah satu atau bahkan lebih, serta terdapat tutup dalam kubah tersebut.

Selain bahan atau cairan mudah terbakar, jenis tanker ini ternyata juga dapat mengangkut cairan tidak mudah terbakar seperti air maupun ekstrak tebu cair. Truk ini tidak cocok untuk bahan muatan yang bersifat korosif kuat, beberapa korosif ringan mungkin masih bisa diangkut. Selain itu, truk ini juga tidak boleh mengangkut gas bertekanan.

2. Low-pressure bulk

Berbeda dengan jenis non pressure, Truk ini memiliki bentuk seperti tapal kuda jika dilihat dari belakang. Truk tangki ini bertugas untuk mengangkut beberapa bahan cair seperti minyak nabati, cairan pelarut, cairan pelumas, cairan kaustik maupun cairan dengan sifat korosif ringan, Bentuk dari body tangki jenis ini memiliki cangkang bagian luar yang dilapisi dengan aluminium tipis.

Kapasitas maksimum yang dapat diangkut oleh truk ini adalah sampai dengan 6.000 galon. Tangki dari truk ini biasanya membawa bahan yang memang perlu disimpan dengan baik untuk dipanaskan atau didinginkan.

3. Corrosives cargo tank

Sudah biasa bagi tangki ini untuk memuat bahan bahan dengan sifat korosif yang kuat seperti asam sulfat maupun asam nitrat. Tidak hanya asam saja, bahan dengan sifat basa, mudah teroksidasi, cairan beracun dan mudah terbakar pun bisa dimuat oleh tangki jenis ini. Namun, corrosive cargo tidak dapat memuat gas bertekanan. Ukuran kapasitas dari truk ini berkisar antara 4.000 galon sampai dengan 7.000 galon.

4. Compressed gas cargo

Tangki ini memiliki ujung membulat serta memiliki cangkang tunggal dari baja karbon satu ini dirancang untuk mencegah kerusakan bahan akibat sinar UV. Hal tersebutlah yang menyebabkan warna tangki dari truk tersebut berwarna putih. Tekanan yang dapat dimuat oleh tangki ini berada pada kisaran 100 hingga 500 psi. Tangki tersebut biasanya digunakan untuk memuat gas yang dicairkan dengan menerapkan tekanan di dalamnya. Beberapa contoh gas tersebut adalah LPG, propana, dan klorin.

5. Cryogenic cargo tank

Truk jenis ini memiliki tangki yang secara khusus menampung cairan kriogenik dengan suhu sekitar 130?. Dengan bentuk silinder dilengkapi kotak cabinet pada bagian belakang, tanker satu ini secara presisi dirancang seperti konsep botol termos, di mana terdapat sekitar dua silinder yang di dalamnya terdapat satu silinder lagi. Area antara dua silinder tersebut diisi oleh sebuah ruang hampa guna menciptakan lingkungan kedap udara.

Apakah Berbahaya Saat Mengendarai Truk Tangki ini Mungkin Terjadi?

Pengemudi dari truk jenis ini perlu mengikuti serangkaian pelatihan khusus sesuai dengan undang-undang yang diterapkan pada negara masing-masing. Hal tersebut bertujuan untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya bahaya saat mengendarai truk tangki yang mengangkut berbagai macam cairan dengan berbagai macam sifat. Mereka juga harus dibekali dengan pengetahuan akan penanganan dari barang atau muatan berbahaya agar dapat mengatasi masalah yang dihadapi dalam keadaan darurat.

Apakah bahaya mungkin terjadi saat mengendarai truk tangki? Tentu saja! Mengingat sifat beragam muatan yang dibawa truk satu ini, hal tersebut mungkin saja terjadi. Pelatihan yang diberikan kepada calon pengemudi maupun pengemudi resmi dari truk ini dapat menjadi solusi atas keresahan akan bahaya terjadi. Mereka dibekali dengan pengetahuan akan cara menangani truk tangki maupun muatannya dalam keadaan darurat guna memperkecil kemungkinan terjadinya bahaya.

Selain mempelajari tentang hal tersebut, pengemudi juga dibekali dengan pengetahuan akan bagaimana mengemudikan truk dengan baik. Sekali lagi, hal tersebut dimaksudkan agar kemungkinan terjadinya bahaya semakin kecil. Konsentrasi tinggi sangatlah dibutuhkan dalam mengemudikan truk tangki dengan muatan atau angkutan tertentu.

kategori blog

Post terbaru

Komentar Terbaru

Tag

For more information please send me a message or contact us!

Logo IDT
Chatbot