Jenis-Jenis Pompa Hydrant dan Sistematika Kerja

Tanggal :30/01/2024 00.00.00 Penulis : Putri

Apa Saja Jenis Pompa Hydrant Pemadam Kebakaran?

Pada instalasi fire hydrant, terdapat beberapa pompa yang saling bekerjasama dalam upaya pemadaman kebakaran. Masing-masing pompa hydrant mempunyai peran penting. Sistematika kerja pompa hydrant melibatkan beberapa jenis fire pump berikut ini:

1. Electric Pump

Electric pump berfungsi dalam memompa air dari sumber air (ground tank) ke sistem perpipaan hydrant. Peran electric pump sangat penting karena dalam situasi darurat yang memerlukan pasokan air yang cukup dengan tekanan memadai.

Pada sistematika kerja pompa hydrant, electric pump juga dapat membantu menjaga tekanan air yang memadai dalam sistem pipa hydrant. Tekanan air yang cukup sangat diperlukan untuk memastikan bahwa semprotan air dari hose atau nozzle dapat mencapai area api dengan kekuatan yang cukup.

2. Diesel Pump

Diesel pump disebut sebagai backup pump berfungsi sebagai sumber daya cadangan untuk memompa pasokan air ke sistem pipa pemadam kebakaran. Jenis pompa hydrant ini dapat diandalkan jika pasokan listrik utama dalam sistematika kerja pompa hydrant terganggu selama kebakaran.

Pompa kebakaran diesel menggunakan bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang dibutuhkan untuk memompa air ke sistem hydrant. Ketika terjadi risiko pemadaman listrik dan electric pump mati, diesel pump akan memastikan pasokan air tetap tersedia.

3. Jockey Pump

Jockey pump merupakan jenis pompa hydrant yang bertanggung jawab untuk menjaga tekanan air agar tetap konstan di dalam sistem pipa hydrant. Dalam sistematika kerja pompa hydrant, tekanan di dalam sistem hydrant bisa menurun, misalnya akibat adanya kebocoran kecil.

Jika tekanan menurun, jockey pump secara berkala akan mengisi ulang air dan mempertahankan tekanan di dalam sistem. Jockey pump akan membantu mengurangi beban electric pump dengan menjaga tekanan tetap konstan sepanjang waktu.

Ketika electric pump diaktifkan saat terjadi keadaan darurat, maka tidak perlu mengatasi perubahan tekanan air yang drastis. Sistematika kerja pompa hydrant ini akan membuat electric pump fokus dalam menyediakan pasokan air yang cukup untuk pemadaman api.

Mempunyai Peran Penting, Seperti ini Sistematika Kerja Pompa Hydrant

Sistematika kerja pompa hydrant membutuhkan tekanan air yang mencukupi untuk memastikan aliran air yang cukup kuat agar dapat mencapai jarak dengan titik api. Dalam hal ini, jockey pump mempunyai tugas untuk mempertahankan tekanan air agar sesuai standar.

Penurunan tekanan air bisa terjadi pada sistem hydrant. Kondisi ini bisa disebabkan karena pemadaman air, pemakaian air yang tinggi, atau kondisi lainnya. Jika tekanan turun di bawah batas, jockey pump akan aktif untuk menstabilkan tekanan air di dalam pipa hydrant.

Sistematika kerja pompa hydrant dilengkapi dengan control panel. Alat ini bisa mendeteksi perubahan tekanan di dalam system hydrant. Jika tekanan air terus menurun sampai di bawah standar, maka electric pump akan aktif dan jockey pump akan berhenti otomatis.

Electric pump dipasang pada fire hydrant system sebagai pompa utama untuk mendistribusikan air dari tandon air ke hydrant pillar. Jika tekanan air turun melebihi ambang batas, maka electric pump akan aktif untuk meningkatkan tekanan air dalam pipa hydrant.

Jika electric pump tidak berjalan akibat listrik mati atau pemadaman listrik, maka setelah 10 detik kemudian diesel pump sebagai pompa cadangan akan aktif otomatis. Diesel pump akan bekerja menggantikan electric pump yang mati karena tidak ada sumber listrik.

Namun, jika kedua sistematika kerja pompa hydrant tersebut gagal hidup akibat masalah teknis, seperti mati listrik dan kehabisan bahan bakar, maka alarm akan berbunyi. Alarm yang dipasang pada instalasi fire hydrant akan segera berbunyi untuk memberikan peringatan.

Bunyi alarm pada situasi seperti ini berbeda dengan bunyi alarm biasanya. Alarm akan berbunyi dengan nada yang berbeda. Tujuannya adalah untuk memberitahu kepada operator akan adanya gangguan pada pompa fire hydrant.

Dengan adanya bunyi alarm tersebut, maka operator atau petugas keamanan yang bertugas bisa segera melakukan upaya lanjutan. Misalnya dengan melakukan pemadaman kebakaran dengan APAR jika memungkinkan dan menghubungi dinas pemadam kebakaran.

kategori blog

Post terbaru

Komentar Terbaru

Tag

Respon Komentar

Belum Ada Komentar

Tinggalkan Komentar

* Komentar akan ditampilkan bila disetujui

For more information please send me a message or contact us!